Technical Debt. Ancaman Senyap yang Pelan-Pelan Mematahkan Peluang Bisnis
Technical Debt. Ancaman Senyap yang Pelan-Pelan Mematahkan Peluang Bisnis

Perusahaan berlomba untuk merilis produk dan fitur baru secepat mungkin, bahkan sering kali mengabaikan kualitas fundamental dari sistem mereka. Kondisi ini yang dikenal sebagai technical debt atau utang teknis, sering kali menjadi alasan utama mengapa banyak produk gagal rilis tepat waktu. Kegagalan peluncuran ini tidak disebabkan oleh keterbatasan ide atau kendala anggaran, melainkan karena munculnya hambatan teknis yang menghambat kemajuan. Masalah ini seringkali terjadi bahkan ketika perusahaan sedang gencar melakukan promote atau ekspansi digital.
Memahami Esensi Technical Debt
Technical debt dapat diibaratkan seperti rumah yang pada awalnya hanya “ditambal sementara” demi kecepatan. Solusi cepat ini mungkin terasa efektif pada awalnya, namun pada akhirnya akan memicu kerusakan lebih besar yang secara drastis menghabiskan waktu dan biaya di masa depan.
Definisi technical debt mencakup kondisi ketika tim memilih solusi yang cepat dalam membangun sistem, sambil secara sengaja atau tidak sengaja menunda perbaikan yang seharusnya diselesaikan sejak awal. Keputusan ini mungkin memberikan keuntungan jangka pendek dalam hal kecepatan rilis, namun menciptakan “utang” yang harus dibayar dengan bunga waktu dan biaya.
Dampak Finansial
Dampak paling nyata dari technical debt terlihat pada alokasi anggaran operasional perusahaan. Technical debt menggeser fokus sumber daya dari upaya yang menghasilkan nilai bisnis baru menjadi upaya untuk menjaga agar sistem lama tetap berjalan.
Bayangkan berapa banyak peluang yang hilang ketika mayoritas dana dialihkan hanya untuk bertahan hidup di tengah sistem yang bermasalah. Data menunjukkan bahwa alokasi anggaran yang didominasi oleh technical debt menghasilkan rasio yang tidak seimbang: 80% anggaran dialokasikan untuk maintenance dan firefighting. Ini berarti hanya 20% yang dapat digunakan untuk inovasi.
Ketika fokus perusahaan terkuras untuk memadamkan masalah teknis, potensi untuk mengembangkan produk, layanan, atau strategi promote baru pun ikut terhambat.
Ancaman Tersembunyi Bagi Bisnis
Gejala yang sering muncul meliputi:
• Rilis fitur yang makin lama, karena kompleksitas kode yang tak terkendali.
• Performa sistem menurun, menciptakan pengalaman pengguna yang buruk.
• Peluang bisnis terlewat, karena lambat merespons kebutuhan pasar atau tren.
Ketika hal ini terjadi, perusahaan kehilangan daya saing dan kesulitan melakukan inovasi.
Menghindari Jebakan
Untuk keluar dari jebakan ini, perusahaan harus memprioritaskan kualitas sistem dan memilih pendekatan teknologi yang mendukung skala dan efisiensi.
Technical debt adalah konsekuensi dari memilih solusi cepat tanpa menyelesaikan perbaikan yang seharusnya tuntas sejak awal.
Jika butuh konsultasi dan solusi untuk bisnis Anda, diskusikan langsung yuk dengan GoDigi.